Perkenalan pertama kami dengan teh ini adalah ketika Abi dinas di Jambi dan menginap di Hotel Abadi. Abi memang sering membawa "ghanimah" ketika menginap di hotel, dan salah satu yang Abi bawa kali ini adalah satu bungkus teh yang disediakan oleh hotel.
Ketika tiba di rumah, Abi minta dibuatkan teh ini. Hmmm... pertama kali menghirup teh ini, ada bau yang sangat khas yang Ummi dapatkan, seperti belum pernah mendapatkan sebelumnya. Ya, aroma mawar yang sangat khas dalam teh inilah yang membuat kami sangat "menggila" teh ini. Bahkan sampai saat ini kami belum menemukan tandingannya.
Ketika kami belanja bulanan, kami mencoba mencari teh ini, dan beruntung teh ini tersedia di supermarket tempat kami belanja. Ah, senang rasanya..
Ohya, sebenarnya kami tidak pernah menikmati teh hanya dalam porsi secangkir. Abi selalu minum teh dengan mug besarnya, dan Ummi selalu minum teh dengan gelas besarnya.
Note: Adakah yang tau caranya memutar gambar di blog? mohon informasinya, *maklum masih newbie
![]() |
| Gambarnya pinjam di sini |
Ketika tiba di rumah, Abi minta dibuatkan teh ini. Hmmm... pertama kali menghirup teh ini, ada bau yang sangat khas yang Ummi dapatkan, seperti belum pernah mendapatkan sebelumnya. Ya, aroma mawar yang sangat khas dalam teh inilah yang membuat kami sangat "menggila" teh ini. Bahkan sampai saat ini kami belum menemukan tandingannya.
Ketika kami belanja bulanan, kami mencoba mencari teh ini, dan beruntung teh ini tersedia di supermarket tempat kami belanja. Ah, senang rasanya..
Ohya, sebenarnya kami tidak pernah menikmati teh hanya dalam porsi secangkir. Abi selalu minum teh dengan mug besarnya, dan Ummi selalu minum teh dengan gelas besarnya.
Note: Adakah yang tau caranya memutar gambar di blog? mohon informasinya, *maklum masih newbie

