Tampilkan postingan dengan label cerita keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita keluarga. Tampilkan semua postingan

Ummi, Kakak, dan Adik

Ummi adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Punya satu kakak dan satu adik. Karakter kami bertiga sangat berbeda, masing-masing punya ciri khas sendiri. Bahkan 'cita-cita' kami pun semua berbeda dan uniknya tidak ada yang mengikuti jejak Bapak kami sebagai seorang guru.
Ka Iis, Ummi, Ivan.
Foto di atas diambil ketika tahun 2003,
tinggi kami hampir sama semua ya

Ini namanya Ka Iis atau Mama Nanda. Beda usianya 4 tahun dengan Ummi. Sudah menikah dan dikaruniai satu orang putri. Bekerja sebagai perawat di sebuah RSIA. Karena ilmunya itulah Ummi sering bertanya dengannya tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan. Apalagi setelah ada Nabil. Jadi lebih sering konsul dengannya sebelum melakukan tindakan.
Karena sesama perempuan dan dengan postur tubuh yang hampir sama, kami sering bertukar pakaian. Lebih sering siy Ummi yang pinjam bajunya. Soalnya kan waktu itu Ka Iis sudah punya penghasilan sendiri jadi sering belanja pakaian.
Sebelum menikah Ummi tidak terlalu dekat dengannya. Karena waktu itu Ka Iis tinggal di asrama ketika sekolah di SPK (Sekolah Perawat Kesehatan). Bertemunya hanya sepekan sekali saja. Setelah lulus SPK Ka Iis bekerja sambil melanjutkan kuliahnya. Jadilah kami jarang sekali bertemu walaupun kami tidur satu kamar.
Kedekatan kami justru kami rasakan setelah Ka Iis menikah.



Tinggi badannya sudah sangat jauh berbeda
Yang berikut ini namanya 'Om Ivan'. Begitu sekarang Ummi memanggilnya. Usianya beda 5 tahun dengan Ummi. Si bungsu dan anak laki-laki satu-satunya. Walaupun laki-laki justru dialah yang paling jago masak diantara kami bertiga. Itulah alasannya kenapa akhirnya ia mengambil jurusan kuliah yang berhubungan dengan masak memasak. Dijamin enak deh masakannya. Kan ala hotel...
Om Ivan juga punya hobi naik gunung. Hampir setiap  ada liburan panjang selalu ia sempatkan untuk hobinya tersebut.
Om Ivan sering menjemput Ummi ketika Ummi masih  bekerja dan belum punya motor sendiri. Tapi ngga gratis lho, karena biasanya ketika saatnya Ummi gajian dia pasti minta jatah :)


Dan kini, ketika Ummi sudah menikah dan tinggal berjauhan dengan mereka, selalu ada rasa rindu untuk berkumpul bersama. Walaupun hanya beda kota (Jakarta-Tangerang) tetap saja ada rasa rindu dengan mereka. Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja.


Ups, ternyata foto yang tersimpan dalam bentuk softcopy adanya foto wisuda semua. Tak apa ya...


***


Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY : Aku Sayang Saudaraku 
yang diselenggarakan oleh Susindra


Jalan-Jalan Ke Monas

Ahad pagi itu akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Monas, setelah sebelumnya kami berencana untuk ke bundaran HI. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberikan Nabil hiburan. Bermain di alam bebas. Mumpung masih pagi jadi udara masih bersahabat.


Tiba di lokasi sekitar pukul 7.00. Sudah ramai ternyata.
Suasana di sekitar Monas 
Sesampainya di lokasi Ummi berharap Nabil akan menikmati suasananya.
Mengamati keadaan sekitar
Dan terkabullah harapan Ummi. Ia begitu menikmatinya. Jalan ke sana ke sini, berjalan di atas rumput, naik turun tangga, atau kemana saja sesukanya ia berjalan.

Nabil sangat menikmati suasananya
Karena kondisi Ummi yang sedang hamil, rasanya tak mungkin harus mengikuti langkah kakinya Nabil. Kali ini Ummi cukup menjadi fotografer saja, hehe. Abi yang kebagian tugas untuk mengawasi Nabil.

Abi yang kebagian jatah jagain Nabil

Sekitar satu jam lamanya kami berada di sana. Sepertinya Nabil sudah terlihat lelah. Rasa lapar pun sudah menghinggapi kami. Niatnya siy, mau cari sarapan di sekitar lokasi. Tapi sayangnya, tidak ada yang membuat kami berselera. Akhirnya kami putuskan untuk mencari sarapan di tempat lain saja.

Sudah mulai kesal karena kecapekan
Karena sudah merasa lelah karena berlarian ke sana ke sini, akhirnya Nabil digendong Abi. Walaupun sedang digendong, teteup aja masih ngajakin bercanda. 




Senang rasanya bisa mengajak Nabil 'berlibur' ke Monas. Bermain di alam bebas. Hiburan yang murah meriah tapi menyenangkan dan menyehatkan :)

Tergoda Wangi Durian

Ketika itu sore menjelang maghrib. Saat membuka pintu rumah tiba2 tercium wangi aroma buah durian. Hmmm... enak banget baunya, Ummi bergumam dalam hati. Memang sudah lama sekali rasanya tak mencicipi buah yang satu ini. Lagipula kalo terlalu sering makan buah inipun rasa kenikmatannya akan berkurang. 

Tanpa berfikir lama Ummi pun masuk kembali ke rumah. Tanpa sempat berfikir siapa yang makan durian (ngga penting juga), Ummi pun langsung bilang ke Abi.

"A, ade pingin makan durian"

"yaudah beli aja" kata Abi

"tapi boleh ngga ya???" balas Ummi

Mendengar jawaban Ummi, Abi pun kembali berfikir dan meralat jawabannya. Rupanya Abi lupa kalo Ummi lagi hamil.

Sebenarnya siy selama hamil Ummi tidak ada pantangan makanan. Tapi rupanya Abi agak khawatir juga dengan kehamilan Ummi. Ya, akhirnya niat untuk makan durian diurungkan sementara.

Tapi tenang, ceritanya belum berhenti sampai di sini.

Beberapa hari kemudian ketika Ummi hendak ke rumah Nenek, Abi pun bertanya:

"Nanti mau bawa apa ke sana?"

"terserah" Jawab Ummi

Ternyata eh ternyata Abi kepingin bawa durian. Ya sekalian kita makan di sana gitu. Kebetulan selama perjalanan kami melewati tukang durian. Karena saat itu masih pagi, jadi baru satu orang saja yang sudah membuka dagangannya.







Sementara Abi sibuk memilih durian, Ummi mah sibuk foto-foto. Ternyata Abi mencicipi cukup banyak durian lho. Kurang manis kata Abi. Untung pedagangnya sabar jadi tetap dilayani dengan baik. Setelah mencicipi beberapa durian, akhirnya dapat juga. Kami membelinya 3 buah saja. 



Setibanya di rumah Nenek, kami pun sudah tak sabar ingin membukanya. Dan ternyata durian pilihan Abi cukup memuaskan. Rasanya manis. Hmmm... Akhirnya kesampean juga makan durian. Lumayan, makan 10 biji, ups. Awalnya sempet khawatir juga tapi setelah dilihat beberapa waktu Alhamdulillah Ummi baik-baik saja, dan semoga janinnya pun sehat-sehat selalu.

***

Sekilas Tentang Durian Untuk Ibu Hamil

Berdasarkan sumber yang Ummi dapatkan, dalam buah durian sebenarnya tidak mempunyai akibat langsung terhadap kehamilan. Namun di dalamnya terdapat dua zat yang pada kadar tertentu dapat memberi efek terhadap kehamilan.

Zat yang pertama adalah alkohol. Alkohol dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang janin yang salah satu diantaranya adalah BB lahir rendah.

Zat yang kedua adalah asam arachidonat. Asam ini adalah suatu senyawa yang merupakan prekursor alias pencetus pembentukan prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah suatu senyawa yang dapat merangsang kontraksi rahim yang berakibat pada keguguran (pada trimester pertama) atau kelahiran prematur (pada kehamilan di bawah 36 minggu).

Namun demikian, kadar kedua zat tersebut dalam buah durian tidak mencukupi untuk menimbulkan kedua efek di atas. Dengan kata lain, buah durian aman untuk dikonsumsi selama masih segar dan bersih serta dengan porsi yang tidak berlebih. 

Intinya segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik ya...

Jalan-Jalan Ke Seaworld

Tanggal 12 Januari lalu kami sekeluarga jalan-jalan ke seaworld. Abi memang sengaja cuti kerja hari itu. Rencana awalnya siy untuk menemani Ummi periksa kehamilan, tapi kok sayang rasanya kalau cutinya hanya digunakan untuk itu. Lagipula periksanya kan sore hari. Akhirnya kami rencanakan hari itu untuk "berlibur" sejenak. 

Setelah melalui pembicaraan perdebatan yang sengit panjang maka diputuskanlah SEAWORLD menjadi tujuannya. Awalnya siy Ummi ngga setuju tapi karena beberapa pertimbangan akhirnya setuju juga. Selain harga tiket yang tidak terlalu mahal, Nabil juga lagi seneng-senengnya sama ikan. 


Asik.... aku mau jalan-jalan melihat ikan :)
Rencana berangkat pukul 8 teng. Sudah pesan taksi sejak pagi-pagi, eh malah datengnya telat. Ya dimaklumi ajalah macet dimana-mana, soalnya kan hari itu hari kerja. 


Prediksi Ummi ketika di taksi Nabil akan tertidur pulas karena sejak bangun  tidur jam 4 pagi Nabil belum tidur lagi. Lha, ternyata perkiraan Ummi salah. Nabil malah on banget. Malah ketika hampir tiba di lokasi Nabil mulai rewel karena mengantuk.

Tingkahnya  Nabil ketika di Taksi


Tiba di lokasi sekitar jam 9 lewat dikit. Masih sepi..... Jadi enak buat foto-foto, hehehe.


Tiba di lokasi
Tidak lama setelah kami berjalan melihat-lihat hewan laut yang ada, Nabil pun akhirnya tertidur pulas di stroller. Ummi dan Abi mah teteup lanjut lihat-lihat hewannya.

Mumpung Nabil tidur, Ummi dan Abi foto berdua dulu ya :) Jekrek


Sekitar 40 menit Nabil tidur. Hmmm... sayang juga rasanya kalo tidurnya kelamaan. Tapi ngga apa-apalah daripada rewel. Perjalanan pun dilanjutkan kembali. Nabil antusias sekali rasanya melihat hewan laut yang ada. Ya, Nabil memang belum pernah lihat ikan atau hewan lain yang sebesar di sana.


Aksi Nabil

Waktu menunjukkan pukul 11 kurang. Sudah semua fasilitas kami kunjungi. Istirahat sebentar sambil duduk sejenak di depan panggung utama. Nabil pun senang berlari ke sana ke sini.




Ohya, hari itu ada jadwal pemberian makan ikan jam 11. Akhirnya kami putuskan untuk melihatnya dulu, baru setelah itu kami pulang. Setelah selesai melihat para penyelam memberi makan ikan, kami makan siang dahulu dan selanjutnya pulang.......

Sebelum pulang, Ummi dan Nabil mengabadikan diri sejenak sambil mengenang memori sekitar 1,5 tahun silam.

Kiri : Nabil 4 bulan dalam kandungan Ummi
Kanan : Nabil 14 bulan dan adiknya Nabil 22 minggu dalam kandungan Ummi




Awalnya mau pasang video pemberian makan ikan, tapi proses uploadnya lama sekali dan akhirnya dibatalkan saja.

***


Ohya, Alhamdulillah di awal februari ini sudah dapat dua kabar gembira. Yang pertama dari mba keke dan yang kedua dari trio mak cebong :)






Pisah Kamar

Tepat ketika pergantian tahun kemarin, kami (baca: Ummi dan Abi) resmi memisahkan kamar Nabil dan kamar kami. Sebenarnya ngga ada hubungannya siy sama pergantian tahun, hanya saja waktunya yang secara tidak sengaja bersamaan.


Rencana ini memang baru muncul ketika kami pindah ke rumah bangka. Ada beberapa alasan memang kenapa akhirnya kami membuat rencana ini. Salah satunya adalah Nabil yang sudah jarang 'bangun malam' untuk menyusu sama Ummi. Salah duanya adalah rasanya kasur kami tak cukup lagi untuk dihuni bertiga. Secara Nabil tidurnya suka guling-guling. Dan masih ada beberapa 'salah' yang lain lagi.


Jujur sebenarnya ada perasaan ngga tega 'membiarkan' Nabil tidur sendirian. Kasihan. Apalagi untuk anak seusia Nabil. Terlebih jika terkadang ia terbangun sambil nangis-nangis dengan air mata yang sudah berlinang. Ingin Ummi peluk erat-erat rasanya. Tapi mudah-mudahan kamu 'berani' ya Nak...


Pernah suatu malam Ummi melewati kamarnya dan Nabil sudah tertidur pulas. Ada rasa kangen ingin bersama lagi. Ummi ciumi seluruh tubuhnya, kangen sama wangi aroma tubuhnya. Dan tak terasa airmata pun jatuh. Huh... ternyata Ummi pun butuh 'perjuangan' untuk melakukan ini. Dan akhirnya malam itu kami tidur bersama lagi. Huhuhu...

Lha terus kapan pisah kamarnya???? 

Selamat Datang di Rumah Bangka

Bersambung dari sini...


Alhamdulillah, tidak lama setelah kami berencana dan memutuskan untuk pindah rumah, kami akhirnya menemukannya. 


Rumah ini terdiri dari 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi dan teras. Ukurannya pun cukup luas menurut kami. Dan yang terpenting, rumah ini lebih sehat. Ventilasi udaranya pun bagus, sehingga rumah ini lebih sehat dari yang sebelumnya. Sinar matahari pun dapat masuk dengan baik. Dengan begitu kami bisa menghemat listrik karena dapat meminimalisasi penggunaan lampu di siang hari. Kami pun tak perlu pasang AC, malah kipas angin pun kami "museumkan" dulu. Cukup dengan AC alami alias ACC (Angin Cepoy Cepoy, hehe maksa)


Dapur yang cukup luas, membuat Ummi betah berlama-lama di dapur. Ruang tamu pun bisa menjadi ruang bermain untuk Nabil. Dengan dua kamar tidur, membuat privasi Ummi dan Abi lebih terjaga dari Nabil.


Selain itu, yang membuat kami tertarik dengan rumah ini yaitu karena lokasinya yang berdekatan dengan masjid. Masjid dimana kami rutin mengikuti pengajian setiap pekannya. Lingkungannya pun Islami sehingga bagus juga untuk perkembangan Nabil. Tak perlu khawatir dengan siapa ia bermain.


Rasanya ini anugerah buat kami. Bisa merasakan tinggal di dekat masjid yang tidak pernah mati aktivitasnya. Ya, namanya Masjid Alhikmah, Bangka. Ada yang tau???


***


Ah, rasanya tak cukup kata-kata ini untuk melukiskan rasa syukur kami atas nikmat Allah ini. Semoga nikmat ini tidak membuat kami lalai dan tetap senantiasa menjadi hamba yang selalu bersyukur. Amin...





Selamat Tinggal Rumah Mampang

Pindahan rumahnya memang sudah berlalu sekitar satu bulan yang lalu. Tapi sekedar untuk dokumentasi keluarga kami, tak apa ya diceritakan sekarang...


Tanggal 16 Desember 2011 kami sekeluarga resmi meninggalkan rumah kontrakan yang kami tempati hanya lima bulan itu. Rumah mungil yang baru saja dibangun itu berukuran tidak lebih dari 30 meter persegi (kecil banget yak???). Kami memang menjadi penghuni pertama rumah itu. Rumahnya bagus, hanya terlalu minimalis rasanya untuk keluarga yang memiliki anak seusia Nabil.


Rumahnya terdiri dari satu kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Tentu dengan ukuran ruangan yang minimalis juga. Ketika memutuskan untuk menempati rumah itu memang sempat ada rasa 'ragu' khawatir tidak kerasan tinggal di sana. Tapi kami coba dulu sajalah. Karena pencarian kami sudah sekitar setahun lebih, sejak Nabil masih dalam kandungan. Ah, akhirnya ketemu juga walau tidak sepenuhnya seperti yang kami harapkan. Tapi kami mencoba mencari sisi positifnya saja. Letaknya yang dekat dengan mushola tentu menjadi salah satu pertimbangan kami. Abi pun bisa berangkat kerja lebih siang karena lokasinya yang dekat dengan jalan utama.

Nabil yang sedang tertidur pulas di kamar mungil kami


Sayangnya rumah itu 'kurang sehat' bagi kami. Ventilasi udara yang kurang sehingga sirkulasi udara pun menjadi tidak bagus. Apalagi kalau Ummi sedang memasak. Seisi rumah jadi bau asep. Huff.. bikin Ummi ngga semangat  masak deh. Dan satu hal lagi... rumah ini pun sering dimasuki kelabang. Hmmm... ngga kebayang rasanya kalau sering ketemu dengan binatang ini. Awalnya hanya ditemukan di kamar mandi tapi lama kelamaan di ruang dapur pun sering Ummi temukan. Entah dari mana asalanya padahal di depan rumah kami hanya halaman tanah biasa.


Nabil dan "pintu setengah"nya
Sengaja dibuatkan khusus untuk Nabil agar tidak keluar rumah


Seiring berjalannya waktu, rasanya kami tidak bisa lama lagi tinggal di sini. Nabil pun butuh ruang bermain yang lebih luas. Dan karena kehamilan Ummi saat ini, kami pun memutuskan untuk mencari rumah yang lebih sehat.


*******


Walau bagaimanapun keadaannya, kami bersyukur pernah tinggal di sini (karena dengan bersyukur Allah akan memberikan nikmat yang lebih kan ya???). Rumah ini menjadi rumah kami yang pertama, tempat kami berbagi kasih dan sayang, melepas lelah, dan tentunya rumahku surgaku. Semoga saja, Amin...

Bermain di Play Land

Tempo hari ketika Ummi periksa kesahatan, Ummi dan Abi menyempatkan diri sebentar untuk mengajak Nabil bermain di tempat bermain yang tersedia di RS tersebut. Lumayan, sambil nunggu antrian, daripada Nabil jenuh kan lebih baik mengajaknya bermain.

Gayanya udah kayak orang gede aja


Tempat bermainnya memang tidak terlalu luas, tapi cukuplah untuk anak-anak (ya iyalah, kan yang main anak-anaknya bukan orangtuanya :p). Dan kebetulan saat kita hendak ke sana tempat bermainnya sedang kosong. Jadilah serasa milik sendiri, hehe.





Setibanya di tempat bermain Nabil langsung antusias. Dan Nabil pun langsung menuju mainan mobil-mobilan. Hmmm.. naluri lelakinya keluar. Langsung deh masuk ke mobilnya dan langsung bergaya seperti orang yang sedang mengendarai mobil. Padahal sebelumnya belum pernah naik mobil-mobilan kayak gitu.


Tidak lama kemudian Ummi pun dapat panggilan untuk masuk ruangan periksa. Walaupun hanya sebentar, mudah-mudahan kamu senang ya Nak...




Tantangan Gurindam di Bulan Muharam

Bulan Muharam bulan Islam
Selamat datang tahun baru Islam


Yang lalu biarlah berlalu
Mari sambut tahun yang baru


Mari kita berbenah diri
Agar menjadi pribadi yang hakiki


Buatlah rencana dengan matang
Agar sukses di masa mendatang


********************************


Sudah lama ingin berpartisipasi
Tapi ide tak kunjung menghampiri


Kini terimalah persembahan dari kami
Yang ingin ikut meramaikan kontes ini




TIGA HAL TERKAIT SEBELAS


Sebelas terbaru tentang Ummi dan keluarga :


Akhirnya foto Abi muncul di blog Ummi ^^
Lokasi: di depan benteng vredeburg Jogja.
Muka capek setelah jalan2 keliling Malioboro
  1. Alhamdulillah Nabil genap setahun di bulan ini
  2. Nabil baru mulai belajar sikat gigi
  3. Setelah diperhatikan ternyata kalau Nabil makan nasi harus pakai kuah yang banyak
  4. Banyak hal yang ada di Ummi juga ada di Nabil terutama selera makan ^^
  5. Alhamdulillah berat badannya naik 0.2 kg setelah tiga bulan bertahan di 8.5 kg
  6. Alhamdulillah Nabil sudah ada kemauan untuk belajar makan sendiri
  7. Alhamdulillah giginya sudah tambah dua di atas. Jadi total ada enam
  8. Ummi sering tidak fokus kalau sudah berada di depan komputer                   
  9. Abi yang ingin resign dari kantor kalau sudah berurusan dengan orang dinas. Sering ditarik ulur katanya (Abi kan bukan layangan, hihihi)
  10. Dua bulan terakhir ini Abi sering keluar kota yang menyebabkan Ummi dan Nabil harus mengungsi ke rumah Nenek. Karena hal ini juga akhirnya kegiatan blogging jadi berkurang
  11. Ini yang paling terbaru. Insya Allah pertengahan bulan Desember kami sekeluarga akan berpindah rumah kontrakan. Maka kegiatan blogging pun akan berkurang lagi :(

Sebelas janji untuk diri sendiri, cita-cita dan harapan untuk tahun yang akan datang :
  1. Menjadi istri yang lebih baik dan mengerti suami
  2. Menjadi ibu yang lebih baik lagi untuk anak-anak kelak
  3. Berharap dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah
  4. Menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur
  5. Bisa lulus program tahsin agar bisa melanjutkan ke program tahfidz
  6. Semoga keluarga ini bisa menjadi keluarga penghafal Alquran
  7. Ketika Abi pulang kerja berharap rumah sudah rapih walau rasanya diri ini sudah terlalu lelah
  8. Punya mobil sendiri. Jadi kalau kami bepergian tidak perlu 'berdesakan' di motor
  9. Pergi haji bersama Abi tercinta
  10. Memberikan adik buat Nabil ^____^
  11. Membahagiakan orang tua di masa senjanya
Semoga sebelas hal di atas dapat terwujud. Amin...


Sebelas yang tak akan diulangi :
  1. Melakukan kesalahan yang bisa membuat Abi sedikit marah
  2. Terburu-buru ketika ingin bepergian. Khawatir ada barang yang tertinggal
  3. Terlambat mendatangi acara rutinan
  4. Sakit ringan atau berat apalagi kalau sampai harus dirawat
  5. Berdebat dengan suami, lebih baik diam
  6. Menyalakan komputer/menggunakan internet untuk hal yang kurang bermanfaat atau tanpa tujuan yang jelas
  7. Ceroboh dalam melakukan pekerjaan
  8. Membiarkan masalah tanpa diselesaikan dengan tuntas
  9. Melakukan pekerjaan tanpa perencanaan
  10. Mudah marah karena hal yang kecil
  11. Panik ketika menghadapi masalah
Semoga sebelas hal di atas tidak terulang lagi di masa-masa yang akan datang. Amin



"Tulisan ini saya ikut sertakan di acara Gurindam Muharam Plus 33 yang diselenggarakan oleh Yunda Hamasah dan Lyliana Thia"





Ummi dan Keluarga mengucapkan:
Selamat Tahun Baru Islam 1433 H
Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepada kita semua
Amin


Note: Giveaway ini membuat tidur Ummi tak nyenyak ^^

Mudik???

Taqabbalallahu minna wa minkum... Taqabbal Ya Karim...

Ummi, Abi, dan Nabil mengucapkan
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
Semoga kita termasuk hamba-Nya yang kembali fitrah setelah menempa diri di Bulan Ramadhan, Amin...


Cerita sedikit tentang lebarannya Nabil...

Alhamdulillah, ini kali pertama Nabil ikut merayakan lebaran di usianya yang 9,5 bulan. Mudik??? Wah, Nabil orang Jakarta asli niy, jadi ngga ikutan mudik. 

Pagi setelah sholat idul fitri kami langsng ke rumah Nenek (orangtuanya Abi) sampai tengah hari. Setelah itu dilanjutkan ke rumah Nenek lagi (Orangtuanya Ummi). Serunya kumpul sama keluarga besar, bertemu dengan teman-teman yang seumuran dengan Nabil. Senangnya Nabil dengan suasana yang ramai. Rewel??? Alhamdulillah ngga, Nabil sibuk ngoceh kalau ada tamu yang datang.



Ohya, Nabil ikut sama Ummi sholat idul fitri lho. Alhamdulillah Nabil anteng ketika Ummi sholat. Jadi, Ummi tetap bisa ikutan sholat id berjamaah.



Paling anteng kalo udah mainin dompet Ummi


Ngungsi ke Rumah Nenek

Sudah menjadi 'rutinitas' kalau Abi ada tugas ke luar kota dari kantor maka Ummi menginap di rumah Nenek (Ibu-nya Ummi). Untungnya kali ini ke luar kotanya hanya 3 hari saja. Sebenarnya antara sedih dan senang siy kalo Abi ke luar kota. Sedih karena tidak bisa bertemu sama Abi walau masih bisa sms-an setiap saat. Senang karena Ummi bisa pulang ke 'kampung halaman' tercinta.

Bagi Ummi ada kebahagiaan tersendiri ketika Ummi pulang. Ummi bisa bertemu dengan teman-teman semasa kecil walau hanya sekedar berbagi cerita. Dan ada satu hal lagi yang membuat Ummi selalu kangen sama rumah, yaitu masakan Nenek. Ya, setiap kali Ummi tiba di rumah pasti deh langsung menuju dapur dan meja makan, karena biasanya Nenek pun akan masak khusus kalau Ummi pulang. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari masakan Nenek karena apa yang dimasak sama Nenek bisa saja didapatkan ditempat lain. Tapi... teteup aja beda rasanya kalau Nenek yang masak. Ngga ada yang bisa 'ngalahin deh. Ohya, yang bikin kangen sama masakan Nenek adalah penyajiannya. Nenek selalu menyajikan masakan yang hangat untuk anak-anaknya, jadi tambah sedep deh, hehe.

Bagi Nabil, ketika ada di rumah Nenek adalah saatnya bermain dengan kaka Nanda. Sepupu Nabil dari kakaknya Ummi. Rame banget deh kalo kaka Nanda udah ketemu sama Nabil. Ohya, Nabil sempet naik odong-odong lho, sayang tidak sempat diabadikan.


Nabil dan kaka Nanda

Bagi Abi, adalah sebuah ketenangan jika Ummi dan Nabil ngungsi ke rumah Nenek

Catatan: Semenjak Ibu sudah menjadi Nenek, maka Ummi pun memanggil Ibu dengan sebutan Nenek, niatnya siy supaya mencontohkan kaka Nanda (cucu pertama Nenek) untuk memanggil Nenek. Eh, keterusan deh sampe sekarang Nenek sudah punya dua cucu (Alhamdulillah).

Ahad Yang Panjang

Hari Ahad kemarin kami seharian keluar rumah, (sok banyak acara niy) berangkat pkl. 8.30 ke daerah pengadegan ada acara yang harus kami hadiri, tapi sebelumnya harus mampir dulu ke rumah saudara, anter titipan dari mertua. Sampai lokasi sekitar pkl. 8.30 dan ternyata acaranya belum dimulai padahal udah khawatir malu duluan karena datang telat (acara seharusnya mulai pkl. 8.00). Wah, ternyata acaranya di ruangan yang tidak terlalu besar dan peserta duduk di kursi. Hmmm, Nabil ga bakalan betah niy, karena sekarang Nabil lagi seneng-senengnya merangkak dan belajar diri. Alhasil Ummi pindah duduk ke bagian belakang karena bisa main dengan Nabil di lantai. Acara pun dimulai dan Ummi pun teteup sigap jagain Nabil. Kami hanya mengikuti acara ini setengah hari karena harus menghadiri resepsi pernikahan temennya Abi. 

Setelah sholat Dzuhur dan makan siang kami melanjutkan perjalanan ke daerah Kebayoran Baru (lupa nama tempatnya). Sesampainya di sana pun acara sudah sepi karena kami tiba pkl. 13.30. Ga apa-apa deh, yang penting bisa ketemu sama mempelai dan orang tuanya. 

Selepas itu, kami melanjutkan kembali perjalanan ke daerah Ciledug karena ada temen kuliah Ummi yang menikah. Pulang ke rumah Ibu dulu ah... sejenak melepaskan lelah sekalian titip Nabil dulu, jadi ke undangannya berdua aja sama Abi :)

Setelah sholat Ashar kami pun pamit karena harus pulang, tapi ga langsung pulang ke rumah niy, mau ke Blok M dulu beli sepatu futsal buat Abi sekalian deh beli sepatu buat Nabil. Cape juga ternyata. Kami sholat Maghrib di Masjid Nurul Iman yang terletak di lantai 7 Blok M Square. Masjidnya luaaaaaas banget. Lelah pun sedikit menghilang.

Saatnya pulang, ups belum deh karena harus mampir sebentar ke daerah Mampang untuk melihat rumah yang akan kami tempati. Wah ternyata yang punya lagi ga ada. Ya sudahlah kami putuskan untuk pulang saja.

Alhamdulillah kami tiba di rumah sekitar pkl 19.30, dan Alhamdulillah juga sepanjang hari itu pun Nabil ga rewel. Ah senangnya...

Yang Telah Berkunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Buscar