Mimimimi

Padahal Ummi lagi deg-degan nungguin perut yang belum mules-mules juga sampai hari ini, tapi masih nyempetin posting dulu deh sebelum kadaluarsa.. Secara sekarang udah lewat usia 41 minggu, tapi si kecil masih betah di dalem perut. Mudah-mudahan ngga lama lagi mules deh... Mohon doanya ya...


Kejadiannya baru tadi pagi niy... Hore..... Nabil bisa panggil "Ummi". Memang sih ngga sempurna bilang "Ummi", karena baru bisa ngucapin ujungnya aja, mimimimi.... Tapi... Ummi seneng banget dengernya. Karena dikirain bakal lama ngomong "Ummi"nya, eh ternyata cuma selang beberapa hari aja dari "Abi". Alhamdulillah...


Sekalian curcol sedikit ya... Maaf niy belum bisa BW. Karena yang ada di kepala Ummi saat ini adalah cuma satu kaya yaitu "mules". Cuma itu yang Ummi tunggu-tunggu. Terakhir kontrol memang kondisi bayinya masih bagus dan mudah-mudahan sampai hari ini pun masih bagus. Dokter memang sempat menyarankan untuk induksi, tapi Ummi masih ragu untuk itu. Ummi masih berharap bahwa suatu saat pun akan mules secara alami tanpa harus di induksi.
Semoga tetap bisa melahirkan lewat persalinan normal. Amin...


Postingan lengkapnya menyusul deh, mudah2an bisa disempetin waktunya ^^

Abibibibibi

Alhamdulillah.... Yeay.... Akhirnya Nabil bisa ngucapin kata "Abi". Walaupun cara mengucapkannya seperti orang yang lagi ngoceh, tapi memang katanya terdengar jelas yaitu "Abi".


Gapapa deh "Ummi"nya belakangan yang penting sudah ada kemajuan dalam berbicaranya.


Ohya, Nabil juga sudah bisa menunjukkan beberapa bagian tubuhnya jika ditanya. Seperti mata, telinga, hidung, mulut, gigi, rambut, kaki, tangan. dll.


Alhamdulillah....



Nabil 18 Bulan

Hari ini tangal 16 Mei, tepat Nabil berusia 18 bulan. Selamat ulang bulan sayang, anak sholeh Ummi dan Abi.


Ada apa ya dengan Nabil di usia 18 bulan.


Pertama, gigi gerahamnya sudah ada 3, dan akan tumbuh lagi satu buah. Kalo total gigi susu yang sudah tuumbuh, ada 10 buah. Pantesan aja makannya cepet banget.


Kedua, untuk perkembangan bicaranya memang belum banyak kosakata yang terbentuk. Tapi ada "kamus kata" yang bertambah. Nabil pun terkadang seperti sedang bernyanyi walau kata-katanya masih kurang jelas.


Ketiga, ini yang bikin Ummi terkejut. Daya tangkap dan daya ingatnya sangat bagus. Sangat mudah sekali menirukan apa yang sering Ummi dan Abi lakukan. Rasanya hampir tak percaya. Selepas sholat biasanya Ummi selalu mengajarkannya berdoa. Selesai berdoa lalu cium tangan Ummi (karena ABi sholat di masjid). Dan setelah itu biasanya Nabil selalu bergegas untuk melipat sajadah untuk dikembalikan ke tempatnya.
Contoh lain, ini kejadiannya baru tadi pagi. Sebelum Abi berangkat biasanya Ummi yang mengambilkan sepatu untuk Abi, tapi karena tadi pagi jadwalnya Ummi mengaji, Nabil lah yang mengambilkannya untuk Abi.
Itu sedikit contoh dari beberapa kejadian yang ada.


Udah dulu deh update perkembangannya Nabil. Ini posting dadakan sambil menanti kelahiran adiknya Nabil yang masih betah di perut Ummi. Mohaon doanya ya teman-teman...

Curcol Dulu Ah...

Akhir-akhir ini Ummi lagi jarang posting, bukannya tidak ada bahan tulisan, tapi rasanya kok selalu saja waktu untuk ngeblog jadi 'terkalahkan' dengan aktivitas yang lain. Banyak yang ingin ditulis sebenarnya. Tapi selalu saja tertunda dan tertunda lagi termasuk postingan ini yang sudah lama menginap di draf.


Semenjak Ummi naik tingkat, Ummi memang sedang fokus dengan aktivitas Ummi yang satu ini. Aktivitas yang telah menjadi pilihan hidup Ummi dan keluarga. Doakan kami semoga istiqomah ya..Semoga kelak cita-cita kami kan tercapai.


Pencarian khodimat (baca: ART) pun belum berakhir pada muaranya. Pernah ada khodimat, tapi 'terpaksa' Ummi 'rumahkan' saja karena sesuatu hal. Bersyukur Abi selalu siap siaga membantu Ummi mengerjakan beberapa pekerjaan di sela-sela waktunya. Sebelum berangkat kerja ataupun sepulangnya kerja. 


Walau tidak posting, Ummi masih sering kok mengunjungi blog teman-teman. Membaca cerita-cerita terbaru, walau akhirnya tak meninggalkan jejak di kolom komentar. Banyak sebabnya memang. Koneksi internet yang sering tidak bersahabat, harus tulis komen berulang-ulang, ataupun membaca kode capcha yang membuat mata sedikit pusing. Belum lagi Nabil yang selalu ingin ikutan mengetik kalau Ummi sedang pegang keyboard. Jadilah Ummi hanya menjadi silent reader saja.


Kondisi kehamilan yang semakin membesar  membuat Ummi harus memilah aktivitas mana yang harus Ummi dahulukan. Berat badan yang semakin bertambah membuat Ummi jadi cepat lelah dan aktivitas pun jadi sedikit berkurang. Terakhir periksa ketika usia kehamilan 36 minggu BB Ummi sudah naik sebanyak 19kg menjadi 62kg. Angka ini sudah melewati batas ketika Ummi hamil Nabil yang naik 15kg selama 40 minggu. 


Tapi, walau bagaimana pun keadaannya Ummi masih harus bersyukur karena masih dalam keadaan sehat, begitu juga bayinya. Posisi kepala yang sudah memasuki panggul menandakan bahwa si bayi sudah pada posisi siap lahir. Dan kini di usia kehamilan 37-38 minggu membuat Ummi semakin merasa dekat dengan waktunya. Semoga Allah memberi kekuatan dan kemudahan di setiap prosesnya kelak. Amin...

Nabil 17 Bulan

Satu bulan tidak posting, sekarang saatnya meng-update kembali perkembangan Nabil. Ada yang membahagiakan, ada juga yang menyedihkan.


Yang pertama. Ini yang bikin Ummi kaget. Ternyata gigi geraham Nabil yang bagian atas sudah tumbuh (kiri dan kanan). Ummi pun tidak sengaja melihatnya, karena dikira ada sisa makanan yang  menempel di gusi tapi ternyata itu adalah gigi geraham. Karena letaknya yang ngumpet jika dibanding gigi seri maka untuk melihatnya pun harus dengan "ijin" yang punya gigi, hehehe. Jadi jumlah giginya sekarang ada 9, dan sepertinya akan ada yang mau tumbuh lagi satu gigi seri di bawah.


Yang kedua, nah ini yang bikin Ummi agak sedih. Beberapa hari lalu Nabil terkena penyakit "flu singapur" atau Foot, Hand, Mouth Disease dalam istilah medisnya atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM). Entah datang darimana virus ini karena di sekitar lingkungan kami tidak ada yang terkena sebelumnya. Kondisi saat ini, sudah makin membaik tinggal pemulihan bekas bintik-bintiknya saja. Doakan ya...


Perkembangan bicaranya masih belum banyak peningkatan, tapi sudah banyak kemajuan dalam berkomunikasi, dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh kami bertiga (Ummi, Abi, dan Nabil).


Ps. Alhamdulillah saat ini usia kandungan Ummi sudah memasuk minngu ke-36. Mohon doanya ya teman-teman agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses persalinan ^^

Nabil 16 Bulan

Seharusnya tulisan ini diposting tanggal 16 kemarin, tapi karena Ummi khilaf akhirnya baru bisa diposting hari ini. Maafkan Ummi ya Nak...

Alhamdulillah... Anak sholeh Ummi dan Abi sudah berusia 16 bulan. Insya Allah sebentar lagi mau punya adik, hehehe..

Subhanallah melihat perkembangannya dari hari ke hari. Selalu ada saja tingkahnya yang membuat Ummi dan Abi terheran-heran. Kok bisa ya.. begitu gumam Ummi dalam hati. Tapi ya itulah anak-anak. Dia belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasa lalu ia tiru dan diperlihatkannya kepada orangtuanya.


Ada beberapa kemajuan dalam tumbuh kembangnya yang ingin Ummi tulis di sini.

Yang pertama. Alhamdulillah giginya bertambah satu di bawah. Jadi sekarang totalnya ada tujuh. Dan mungkin karena giginya sedang tumbuh, Nabil jadi suka gigit-gigit tangan dan kaki Ummi, tapi ngga suka gigit Abi. Kenapa ya???


Yang kedua. Alhamdulillah Nabil sudah mulai memperlihatkan keinginannya untuk belajar makan sendiri. Jadi setiap kali waktu makan tiba Ummi selalu memberikannya piring dan sendok dan sedikit sayuran di piringnya. Ya, memang masih suka ngacak-ngacak siy tapi ada kalanya dia mencoba memasukkan sendok ke mulutnya. Ah senangnya... Ohya, Nabil juga sudah bisa memegang sendiri gelas minumnya yang dilengkapi dengan sedotan. Jadi, kalau ingin minum Nabil langsung ambil gelasnya sendiri tanpa perlu memanggil-manggil Ummi lagi. Sengaja gelasnya Ummi letakkan di bawah supaya terjangkau sama Nabil. Ah pintarnya...  Bahkan pernah ketika suatu malam Nabil terbangun dan ingin makan cemilannya. Ummi cukup sediakan cemilan dan gelas minumnya, dan Umminya tidur lagi, hihihi...

Yang ketiga. Alhamdulillah Nabil sudah berani mandi dengan air keran. Jadi tak perlu repot-repot lagi masak air jika waktunya mandi tiba. Walau mandi pagi Nabil jam 6 (atau kurang) ia tetap berani. Ya awalnya memang agak kaget, tapi bersyukur proses adaptasinya tidak terlalu lama. 


Yang keempat. Yang ini tentang aktivitas tidurnya. Sudah beberapa hari ini jam tidur malam Nabil lumayan larut. Bisa jam 9 lewat (tapi tetap bangunnya pagi jam 4 atau jam 5). Padahal Ummi Abinya sudah ngantuk banget. Tapi Nabil malah masih 'on' banget. Bersyukur Abi seorang suami Abi siaga, jadi kalo udah begini biasanya Ummi yang tidur duluan. Dan Nabil tidurnya dikelonin sama Abi. Dan hebatnya Nabil bisa tertidur lelap tanpa menyusu lagi sama Ummi. Cukup dikipas-kipas sama Abi. Anak yang pintar... Begitu pun kalo Nabil mendusin bangun malam. Biasanya Nabil kalo bangun malam menag tidak minta nyusu, tapi cuma 'nyari orang'. Nah, dalam hal ini juga, Abi yang akan turun tangan. Abi yang pindah ke kamar Nabil dan kipas-kipasin Nabil sampai tertidur pulas. Dan Umminya.. tetap melanjutkan tidur di kamar. Bahkan sering kejadian, ketika bangun tidur Ummi sudah mendapatkan Abi di kamar Nabil. Ngga tau kalo Abi pindah karena dibangunin Nabil. Hehehe. Ohya, entah kenapa ya Nabil lebih suka tidur di kasur bayinya yang kecil itu. Lebih cepat pulas dan lebih lama tidurnya. Padahal waktu bayi Nabil jarang tidur di kasur bayinya itu. Hanya sesekali saja.
Nabil yang tertidur pulas di kasur bayinya
dan ditemani bantal sapi kesayangannya

Yang kelima. Nah yang ini adalah dalam rangka kesiapan menyambut adiknya Nabil. Jauh sebelum perut Ummi membesar, Ummi selalu bilang ke Nabil bahwa ada adiknya di perut Ummi. Dan sekarang ketika perut Ummi sudah membesar Ummi selalu mengatakan kepadanya bahwa Nabil sayang adik sambil mengelus-elus perut Ummi. Dan yang membuat Ummi terkaget adalah ketika Ummi duduk, Nabil tiba-tiba menghampiri Ummi trus dia elus-elus perut Ummi sambil 'mengucapkan sayang'. Ah bahagianya...

Yang keenam. Nabil sudah mulai susah dipakaikan clodi dalam posisi tiduran. Tapi tenang, untuk yang satu ini Ummi masih punya banyak akal supaya dia masih bisa dikondisikan. Walau setelah memakaikannya Ummi akan terasa ngos-ngosan.

Yang ketujuh. Nabil makin susah untuk difoto atau direkam. Padahal banyak gayanya yang ingin Ummi dan Abi dokumentasikan. Biasanya kalo sudah melihat Ummi atau Abi memegang kamera, gayanya langsung berubah. Jadi ngga natural lagi. Makanya sekarang arsip fotonya tak sebanyak dulu ketika masih bayi. Yaiyalah


Alhamdulillah banyak hal yang membuat Ummi bersyukur akan perkembangannya. Ohya, walaupun kemampuan berbicara Nabil masih terbatas tapi Nabil bisa mengerti apa yang Ummi ucapkan dan mintai tolong. Misalnya Ummi minta tolong untuk menghidupkan kipas angin maka ia pun langsung menekan tombolnya. Ya, kemampuan anak memang berbeda-beda tapi kita sebagai orangtua tidak perlu membeda-bedakannya. Biarkan ia tumbuh secara alami. Ketika sudah saatnya pun ia akan memperlihatkan kemampuannya kepada kita.

Peluk dan cium dari Ummi dan Abi untuk Nabil...

Tergoda Sotoji

Melihat beberapa postingan teman-teman tentang sotoji, Ummi pun tertarik ingin mencobanya. Sebagai penggemar soto, rasanya sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja. Dan akhirnya Ummi pun mem'pede'kan diri untuk mengisi form pemesanan sampel agar bisa mencicipi si sotoji ini.  Dan hari senin lalu akhirnya tiba juga kirimannya. Makasi sotoji :)

Kemasan SOTOJI tampak depan
Ada logo halalnya lho...
Begitu sotoji sudah tiba di rumah, rasanya ingin cepat-cepat mencicipinya. Sudah tak sabar ingin menikmati produk baru ini. Ohya, walau produk baru, tapi teman-teman tak perlu khawatir karena sudah ada logo halal dari MUInya lho...

Ketika buka kulkas ternyata masih ada stok bakso. Wah, kebetulan niy. Rasanya pasti akan lebih nikmat jika disajikan bersamanya. Tentunya juga menambah kandungan protein hewani yang masuk ke dalam tubuh. Cara memasaknya pun sangat praktis dan cepat. Jadi tak perlu menunggu lama jika lapar sudah melanda.

Begitu suapan pertama masuk ke mulut, hmm.... rasanya soto banget, segerrrr. Jadi kepingin lagi, lagi dan lagi. Bahkan sampai kuahnya pun tak ingin disisakan. Aromanya pun tidak terlalu menyengat hidung.

Nikmat disantap bersama bakso :)
Akhirnya rasa penasaran itu terbayar sudah dengan mencicipi semangkuk sotoji. Ups, mencicipi kok semangkuk. Jika teman-teman ingin memesan sotoji, bisa mengisi form yang ini, karena sotoji saat ini baru menerima pembelian secara online. Semoga tidak lama lagi sotoji bisa dijual di warung-warung terdekat agar mudah jika ingin mendapatkannya.

Yang Telah Berkunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Buscar